Aneh..!! Terbukti Sebagai Tempat Protitusi Satpol PP Inhu Hanya Sita Miras

SOROTKASUSNEWS.NET – Razia yang dilakukan tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri di warung remang-remang dan tempat protitusi di Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu, Riau menjadi teka teki, Pasalnya, terbukti tampat prostitusi namun hanya mensita minuman keras (Miras)

Sangat disayangkan razia yang dilakukan oleh tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri Kabupaten Inhu hanya mensita miras, padahal tempat itu terbukti tempat protitusi. Seharusnya tim razia gabungan Satpol PP menutup bukan hanya sita miras dan buat perjanjian.

Padahal, waktu melakukan razia tim gabungan menemukan bukti kuat bahwa tempat itu adalah tempat prositusi, Tapi, tim hanya sita dan buat perjanjian, ada apa ini..?,” tanya Jumadi salah satu akvitis LSM penuh keheranan.

“Jujur saja kita sebagai masyarakat Inhu menduga-duga bahwa razia itu hanya promalitas aja agar terlihat oleh pimpinan dan masyarakat bahwa Satpol PP telah berkerja”,ungkap Jumardi

“Padahal masyarakat sangat berharap sekali tempat protitusi dan tempat yang disinyalir tempat maksiat ditutup,”sambung Jumadi.

“Sebelumnya, Kami selaku masyarakat Lirik sangat kecewa sekali dengan tim operasi yustisi yang terdiri Satpol PP, TNI dan Polres. Kecewanya kami pada tim operasi Yustini karena tidak langsung menutup warung remang-remang dan lokasi protitusi tersebut”,tambah Surianti salah satu warga Lirik

“Padahal sejumlah warung remang-remang dan lokasi protitusi di jalan lintas timur tepatnya di Desa Pasir Ringgit Kecamatan Lirik sudah cukup lama meresakan masyarakat sekitar,”kata Surianti.

“Kami dari ibu-ibu sangat berharap sekali warung remang-remang, lokasi protitusi dan cafe hiburan karoke yang berbau maksiat di kecamatan lirik ini ditutup selamanya oleh Satpol PP dan instansi terkait.

Karena, kalau hanya di razia, lalu minuman di sita dan pemiliki buat perjanjian itu tidak membuat mereka jera dan menutup usaha maksiatnya, Buktinya, kalau tidak salah warung remang-remang, lokasi protitusi dan cafe hiburan karoke berbau maksiat dijalan lintas timur ini sudah berulang kali dirazia, namun mereka tetap saja buka.”sambung Surianti.

Sementara itu, Jumi warga lirik juga mengatakan,” Kami ibu-ibu sangat setujuh sekali kalau warung remang-remang, tempat protitusi dan cafe karoke berbau maksiat itu di tutup.

Dan tidak menutup kemungkinan, selain menjadi tempat minum-minuman miras dan tempat mesum, tepat itu juga digunakan diduga untuk transaksi atau pemakaian narkoba.”singkatnya.**HR




Tinggalkan Balasan