Murid SMPN 38 Pekanbaru Dibully, Dipukuli Didalam Kelas Saat Gurunya Ada

SOROTKASUSNEWS.NET-Seorang orang tua wali murid, melaporkan kasus kekerasan yang dialami oleh buah hatinya di sekolah. Kejadian itu diduga sudah berlangsung selama 5 bulan sejak anaknya naik ke kelas VIII di SMPN 38 Pekanbaru.

“Ya benar pak, dia dibully selama kelas dua (SMP) didalam jam pelajaran, malah gurunya ada didepan saat kejadian, dan ada gurunya sewaktu hidungnya dipukul hingga pecah itu, teman-temannya mengancam supaya anak saya jangan melaporkan jangan bilang dipukul, tapi terjatuh” ungkap orang tua walimurid berinisial L, kepada Gagasan Jumat (8/11/2019).

Kejadian pemukulan itu menurut L, terjadi pada hari Selasa (5/11/2019), saat itu diterangkannya, anak laki-lakinya berinisial MFA menelepon dirinya untuk minta dijemput saat jam pelajaran sekolah.

“Saat kejadian itu dia nelpon, bilang mama, mama jemput ,hidung abang (MFA) lari, jemput ma,” ujarnya menirukan anaknya. Dan dirinya sempat tidak percaya saat anaknya menelepon, tapi lantaran dirinya mencurigai ada yang tidak beres akhirnya ia jemput dan melihat kondisi anaknya mengenaskan karena hidungnya berdarah akibat aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan temen-temennya.

Setelah dibujuk oleh tantenya apa penyebabnya, MFA akhirnya mengaku bahwa dia dibully. Bahkan menurut pengakuan MFA sebagaimana dituturkan L, anaknya itu sudah lama minta berhenti di sekolah tersebut lantaran sudah tidak tahan diperlakukan tidak manusiawi oleh temen-temen.

Keluarnya pengakuan anaknya itu, kata L, lantaran dibujuk akan dipindahkan dari sekolah.

L mengatakan setelah kejadian ini, dirinya akan memindahkan anaknya dari SMPN 38 karena trauma atas kejadian tersebut.

“Nggak lagi, konyol sekali jika saya masih serahkan nyawa anak saya untuk di bully seperti itu” katanya.

Saat ini MFA, terang L dirawat di sebuah Rumah Sakit di Kota Pekanbaru. Dan dirinya juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Resort Kota Pekanbaru.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhianda membenarkan soal adanya laporan polisi tersebut. “Betul ada laporannya. Sekarang dalam penyelidikan di Sat Serse Pekanbaru.” ungkap Budhi kepada wartawan Jumat (8/11).

Orang Tua korban terang Budhi melaporkan kejadian tersebut pada hari Kamis (7/11/2019) ke Polresta Pekanbaru. “Masih dilakukan penyelidikan” terangnya.***

(Berita ini di kutip dari Sumber:gagasanriau.com)




Tinggalkan Balasan