Diduga Tanaman Kelapa Sawit Yang Disegel Gakkum KLHK Wilayah Sumatra ll Konsesi HGU PT Arvena Sepakat

SOROTKASUSNEWS.NET-Tanaman kelapa sawit dilahan bekas karhutla yang disegel oleh petugas penegak hukum Gakkum kementrian lingkungan hidup kehutanan (KLHK) Republik Indonesia wilayah sumatra ll di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu, Riau diduga dalam wilayah konsesi Hak Guna Usaha PT Arvena Sepakat.

Sekalipun sudah ditangani oleh Gakkum KLHK wilayah sumatra ll namun lahan bekas karlahut yang sudah ditanami kelapa sawit di antara dua desa di kecamatan Batang Cenaku hingga kini masih teka-teki.

“Banyak yang mengatakan lahan tersebut adalah konsesi HGU PT Arvena Sepakat dan sebagian mengatakan lahan masyarakat. Anehnya hingga kini Gakkum KLHK wilayah sumatra II belum mengetahui secara pasti lahan tersebut milik siapa,” kata Jumadi akvitis LSM Topan RI ( Versi Budiman-Munas Cilegon).

“Masak iya, Gakkum KLHK harus selama itu untuk menyelidiki siapa pemilik lahan dan siapa yang menanam kelapa sawit dilahan yang disegel, Padahal mereka (Gakkum,red) bisa tanyakan pada kepala desa dan camat lahan yang mereka segel itu milik siapa,” Tuturnya

“Dari sanakan Gakkum KLHK bisa mencari tahu dan menyelidiki lahan tersebut milik siapa, Sekarang pertanyaan serius tidak Gakkum KLHK wilayah sumatra II menangani kasus tersebut.”papar Jumadi.

“Karena menurut keterangan yang berhasil kita rangkum bahwa lahan bekas karhutla yang disegel oleh Gakkum KLHK dan sudah ditanami kelapa sawit itu diduga kuat adalah konsesi HGU PT Arvena Sepakat”,singkatnya.

Sementara itu, Humas PT Arvena Sepakat, Robet saat dikonfirmsi melalui pesan WhastApp mengatakan,” Mohon ijin sebelumnya, lokasi tersebut semuanya berada diluar dari konsesi HGU PT Arvena Sepakat,”singkatnya.

” Sementara Kepala Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Sumatera II Edward Hutapea saat dikonfirmasi mengatahkan,” Itu masih dalam penyekidikan,”ujarnya.

Ditanya berapa lama kira-kira waktu untuk mengetahui atau penyelidikan lahan dan siapa yang tanam kelapa sawit di lahan yang disegel oleh Gakkum KLHK. Untuk berapa lama waktu kita tidak dapat menentukan, yang jelas sekarang anggota masih melakukan penyelidikan,”pungkas Edward Hutapea.**HR




Tinggalkan Balasan