Sidang Anmaning Ketua Pengadilan Beri Waktu 8 Hari, Bila Tidak Selesai Aset PT DCP Dieksekusi Paksa

SOROTKASUSNEWS.NET-Sidang permohonan eksekusi aset PT Dimas Cipta Pratama yang diajukan eks karyawan PT Dimas Cipta Pratama di pengadilan hubungan imdustrial pada pengadilan pekanbaru, Selasa 19 Nov 2019 kemarin.

Sidang yang dipimpin ketua pengadilan pekan baru itu memutuskan pihak PT DCP agar segera membayar upah santunan pengakhiran hubungan kerja (SPHK) sebesar Rp 1,2 milir dalam tempo 8 hari terhitung pada hari Rabu 20 Nov 2019.

Bila dalam tempo 8 hari pihak PT DCP tidak juga menyelsaikan kewajibannya membayar upah SPHK maka aset perusahaan akan dilakukan eksekusi paksa untuk dilelang guna membayar kewajiban perusahaan kepada pihak karyawan.”terang Dody Fernando SH MH selaku penasehat hukum eks karyawan PT DCP.

Aset yang diajukan eksekusi oleh pihak eks Karyawan PT DCP berupa bangunan ruko dua pintu tiga lantai bekas kantor PT. Dimas Cipta Pratama dan satu unit mobil inova warna hitam.

Harapan kita permasalahan ini segera diselesaikan oleh pihak PT. Dimas Cipta Pratama dengan itikad baik.”sambung Dody.

Di terangkan Dody, Permohonan eksekusi yang diajukan oleh exs karyawan PT. Dimas Cipta Pratama ke pengadilan hubungan imdustrial pada Pengadilan Penkanbaru sudah dilaksanakan tahapan anmaning pada hari selasa 19 november 2019.

Dalam proses anmaning pihak eks karyawan menghadiri proses anmaning tesebut dengan didampingi oleh saya dan Ronal Regen SH selaku penasehat hukum.

Sedangkan dari pihak PT. Dimas Cipta Pratama di hadiri oleh direktur utamanya, Sumardi.

Dalam prosea anmaning tersebut ketua pengadilan pekanbaru menegaskan agar pihak termohon PT. Dimas Cipta Pratama dalam tempo 8 hari kedepan menyelsaikan kewajibannya yaitu membayar upah SPHK sebeasar Rp. 1,2 Milayar lebih,

Apabila tidak diselesaikan dalam tempo 8 hari kedepan, maka aset perusahaan akan dilakukan eksekusi paksa untuk dilelang guna membayar kewajiban perusahaan kepada pihak karyawan.”pungkas Dody.**HR




Tinggalkan Balasan