Kasus Trafficking, Mucikari dan 5 Pria Hidung Belang Disidangkan Terpisah

Kasus Trafficking, Mucikari dan 5 Pria Hidung Belang Disidangkan Terpisah

INHU, Kasus trafficking mucikari anak di bahwa umur dengan terdakwa Leni Akdianwati atau Mama Leni dan lima laki-laki hidung belang atau penikmat seks anak dibawah umur menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Inhu, Riau, Keenam terdakwa disidang secara terpisah.

Terdakwa, Wandra alias Wandi dan Sutrisno disidang kemarin Selasa 19 Nov 2019, sedangkan terdakwa Leni Akdianwati alias Mama Leni disidangkan tadi Kamis 21 Nov 2019.

Terdakwa Wandi sidang pada Selasa 19 Nov 2019 dengan agenda Dakwaan, sedangkan terdakwa Sutrisno sidang Saksi,

Untuk terdakwa Leni sidang pada hari ini Kamis 21 Nov 2019 dengan agenda sidang Dakwaan,”terang Humas PN Inhu, Immanuel MP Sirait SH MH.

Kalau ada enam orang terdakwa dalam kasus
Trafficking Mucikari yang baru mengikuti proses sidang 3 orang, Sedangkan yang 3 orang terdakwa lainnya belum ada disidangkan. Mungkin ke 3 orang terdakwa lainnya itu hari senin lusa.”singkat Immanuel MP Sirait.

Sebelumnya keluarga korban sangat berharap pelaku yang menjual keluarga mereka dihukum seberat-beratnya dan bila perlu di hukum seumur hidup.

“Dan begitu juga dengan 5 laki-laki hidung belang, saya berharap Jaksa dan Hakim dapat memberikan hukuman setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan,” kata keluarga korban.

” Sebagaimana diketahui Kapolres Inhu melalui Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran (3/9/2019) mengatakan, ke 6 orang yang diamankan tersebut adalah perempuan bernama LN yang berperan sebagai mucikari.

Selain LN Polres Inhu juga amankan 5 pelaku laki-laki diantaranya, ADK, SKN, HDT, KLW dan STS yang berperan sebagai pria hidung belang atau penikmat seks anak di bawah umur.

Prostitusi anak di bawah umur terbongkar bermula saat orang tua sebut saja Melati (nama samaran-red) yang berumur 17 tahun melaporkan anaknya telah dihamili Kepada Polsek Lirik. Setelah melaui proses penyelidikan kasus tersebut dikembangkan dan dilimpah ke Unit PPA Polres.

Dijelaskan Humas, kronologi kejadian bermula sekitar tahun 2017 Melati bertengkar dengan orang tuanya dan lari dari rumah dan tinggal di rumah seorang yang bernama LN di desa Sekar mawar selama 1 bulan.

Lalu dia dibawa sama LN untuk mencari uang dengan cara melayani tamu tamu di tempat-tempat hiburan malam. Selain ditempat hiburan kadang-kadang di warung tuak di sungai Lala.

LN menawarkan kepada korban untuk melayani laki-laki hidung belang dengan tarif antara Rp200.000 sampai Rp500.000 setiap tamu yang membawa korban.

“LN mendapatkan Rp50.000 sampai Rp100.000 per tamu,” kata Aipda Misran.**HR




Tinggalkan Balasan