Satpol PP Diminta Tutup Hiburan Malam Plus Protitusi di Inhu

SOROTKASUSNEWS.NET-Secara tegas berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Inhu, Riau meminta tempat-tempat hiburan malam yang melanggar peraturan daerah (Perda) dan hiburan malam plus protitusi ditindak tegas. Baik itu oleh Satpol PP selaku penegak Perda maupun penegak hukum lainnnya seperti Kepolisian, TNI termasuk BNN.

Pasalnya tempat hiburan malam rentan dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba dan jadi tempat prostitusi.

Agar pihak pengelola tempat hiburan malam di Kabupaten Inhu tidak semakin berkuasa dan semena-mena melanggar aturan yang ada dan atas nama masyarakat Inhu kita meminta Satpol PP segera tutup semua tempat hiburan malam yang ada di Inhu ini tanpa kecuali.”tegas Suherman tokoh masyarakat Inhu.

” Satpol PP Inhu harus dapat membuktikan bahwa mereka mampu tegakan Perda karena Satpol PP sebagai penegak Perda harus tegas dan komit dengan aturan yang ada dan jangan jadi bencong.

Jangan tebang pilih dalam mewujudkan cita-cita mewujudkan Kabupaten Inhu yang madani, pasalnya kita sudah sering dapat laporan terkait tempat hiburan malam yang menyediakan wanita penghibur atau PSK dan melanggar jam operasional dan tindakan melawan hukum lainnya,” ungkap Suherman.

Terkait razia yang dilakukan Satpol PP beberapa pekan lalu ini perlu dipertanyakan, Pasalnya, terbukti tempat hiburan malam itu melangar Perda tapi tidak di tutup hanya sebatas peringatan, padahal setiap kali diadakan razia tempat hiburan itu terbukti tempat protitusi.

Enggannya Satpol PP menutup hiburan malam plus protitusi ini jangan-jangan diduga sudah terima setoran tiap bulan, Maka mereka enggan menutup tempat hiburan malam sekalipun jelas-jelas melanggar Perda.”singkat Suherman.

” Terpisah, Jumadi akvitis LSM TOPAN RI mengatakan,” Kinerja Satpol PP Inhu patut di pertanyakan, sebenarnya tugas pokok mereka itu penjaga kantor, supir pejabat atau tegakan Perda. Karena kita lihat banyak yang menjadi penjaga kantor dan supir pejabat dari pada tegakan Perda.

Mengenai tempat hiburan malam plus protitusi, warung remang-remang, kedai tuak atau penyakit masyarakat (Pekat) lainnya, Jujur saya katakan bahwa Satpol PP Kabupaten Inhu masih lemah dalam penindakan yang melanggar Perda.

Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali mereka melakukan razia, Setiap melakukan razia mereka hanya memberikan peringatan kepada pengusaha atau penglola hiburan malam. Sementara harapan masyarakat dengan adanya razia Satpol PP dapat menutup dan bukan hanya memberi peringatan atau sita minuman, kalau hanya itu anak kecil pun bisa,”ungkap Jumadi.

Untuk perimbangan dalam pemberitaan awak media konfirmasikan ini pada Kakan Satpol PP Inhu, Boby Rachamat, namun sayanga konfirmasi melalui WhastApp sudah dua hari tidak dibalas oleh Kakan Satpol PP,**HR




Tinggalkan Balasan