Masyarakat Inhu Minta Kejari Lebih Tegas Dalam Berantas Narkoba

SOROTKASUSNEWS.NET-Dengan maraknya pengedaran narkoba di Kabupaten Inhu, Riau.Warga Inhu meminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu) lebih serius dan tegas dalam menangani perkara kasus narkoba dengan memberikan tuntutan yang tinggi terhadap pelaku narkoba.

Namun sangat disayangkan entah kenapa apa di duga,Kejari Inhu masih kurang serius dan tegas dalam menangani perkara kasus narkoba. Hal ini menjadi pertanyaan bagi warga
yang salah satunya Marujang.

Marujang beranggapan bahwa Kejari Inhu dalam memberikan tuntutan kepada pelaku narkoba masih belum tegas.

” Seperti kasus perkara narkoba Zulkarnain alias Aji Cs, mereka hanya di tuntut 4 tahun, sementara itu Zulkarnain diketahui adalah sebagai bandar,”kata Marujang

Zulkarnain Cs saat ditangkap sedang pesta narkoba di rumahnya di Desa Pasir Ringgit bersama dua anggotanya Sandra Mardianto alias Saiman dan Sarpendi alias Pendi, Sedangkan yang satunya lagi Citra Dewi alias Citra.

“Tapi, herannya mereka hanya dituntut 4 tahun penjara, Kalau seperti ini Kejari Inhu memberikan tuntutan pada pelaku narkoba, Bagaimana Inhu ini akan terbebas dari peredaran narkoba”,pungkas Marujang.

Terpisah, Jumadi akvitis LSM TOPAN RI (Versi Munas Cilegon) mengatakan,” Kita berharap Kejari Inhu dapat sama-sama mendukung dalam pemberantasan narkoba, Karena, narkoba ini sudah sangat merusak generasi bangsa.

“Kalau, Kejari memberikan tuntutan renda terhadap pelaku narkoba itu sama saja artinya mendukung peredaran narkoba”,ungkap Jumadi.

Di terangkan Jumadi, Pemberantasan narkoba tidak saja menjadi tanggung jawab polisi, tapi juga tanggung jawab Jaksa dan Hakim serta masyarakat. Disinilah Jaksa dan Hakim untuk tegas dan berani untuk memberikan tuntutan dan vonis bukan mala sebaliknya memberikan tuntutan dan vonis yang ringan.

“Banyak kita lihat selama ini perkara narkoba yang miliki BB paket 100 atau 200 di tuntut 12 sampai 15 tahun, Sementara yang milik BB lebih dari paket 200 hanya dituntut 4 tahun, Kalau seperti itu kan sudah tidak benar,”sindir Jumadi.

Dan lebih parahnya lagi, Yang sebagai bandar dikenakan pasal 127 yakni pemakai, sedangan yang pemakai dikenakan pasal 114 atau 112 sebagai pengedar.

“Kalau kita lihat saat ini, pelaku narkoba yang tertangkap dengan BB kecil hanya menjadi tumbal hukum.
Kita berharap Jakasa Agung Muda Pengawas (JamWas) dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat di Kejari Inhu khususnya dalam perkara kasus narkoba”,tegas Jumadi.**HR




Tinggalkan Balasan