Sindir Keras Gaya Selangit Istri Kapolres dan Kapolda saat di Bandara, Kapolri Bandingkan dengan Gaya Ibu Negara: Kau Bayangkan Aja Itu!

SOROTKASUSNEWS.NET-Pidato Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Idham Azis belakangan ini menjadi sorotan publik.

Kapolri Idham Azis menyampaikan pidatonya sembari menyoroti perilaku dan gaya istri Kapolres dan Kapolda.

Menurut Kapolri Idham Azis, gaya istri para Kapolres dan Kapolda jauh lebih mentereng dibandingkan Ibu Negara yang lebih sederhana.

Hal itu termasuk soal pengawalan untuk istri Kapolres dan Kapolda yang dinilai lebih mewah dibandingkan untuk istri Presiden Indonesia.

Mantan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Idham Azis menyampaikan penilaiannnya tersebut, seperti yang terlihat dalam video yang dihimpun dari lama Tibun Timur, pada Kamis (16/1/2020).

Dalam video tersebut, terlihat Komjen Idham Azis usai memberikan pidato pengarahan resminya kepada jajaran polisi di tiga kepolisian daerah di Makassar (Sumsel), Mamuju (Sulbar), dan Kendari (Sulteng) akhir pekan lalu.

Potongan video tersebut terekam saat sang Kapolri memberikan pengarahan tertutup di Aula Mapolda Sulawesi Barat, Lingkungn Kalubibing, Kelurahan Mamanyu, Kecamatan Mamuju, Kota Mamuju, Sulbar, pada Minggu (12/1/2020).

Idham Azis menyesalkan gaya mewah keluarga korps Bhayangkara dan diakuinya harus dibenahi.

Pengamatan terkait gaya mewah para istri pejabat itu diamatinya selama delapan belas tahun menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya.

Komjen Idham Azis diam-diam sering mengamati waktu istri Presiden Jokowi, Iriana (56) hendak pulang ke Solo.

Sebagai pejabat kepolisian, Idham mengaku memperhatikan keberangkatan ibu negara yang tak mencolok layaknya perjalanan rakyat biasa.

“Ibu negara kalau mau pulang ke Solo, di bandara dia tak diantar dan tak dijemput.

Hanya ada dua paspampres (pasukan pengaman presiden) yang lihat-lihat dari belakang. Beliau langsung duduk di ruang tunggu biasa bersama penumpang bandara,” ujar Komjen Idham Azis.

Kesederhanaan Ibu Iriana itu dinilai berbeda dengan sebagian istri oknum perwira polisi dan istrinya.

“Kau bayangkan saja, itu ibu Kapolres, kalau mau ke Jakarta saja semua pintu VIP di bandara ditutup.

Itu baru istri kapolres, bayangkan kalau itu istri kapolda,” ujar Idham Azis yang dibanjiri gelak tawa hadirin.

Namun, Kapolri itu mengatakan contoh yang dia ambil bukan dari bandara Tampapadang, Mamuju.

“Tapi itu, contoh bukn di sini, bukan di Tampapadang. Contoh saya itu di polda lain,” tutur Komjen Idham Azis.

Akan tetapi, contoh keteladanan tersebut selayaknya diterapkan oleh semua personel kepolisian di mana pun.

“Pelajaran yang saya mau ambil, bahwa kadang-kadang tanpa kita sadar, kita diomongin sama orang banyak (karena perilaku polisi yang tak disadari), imbuhnya.

Ia pun mencontohkan pada dirinya sendiri yang sudah mulai berubah semenjak jadi Kapolri.

“Makanya saya sejak kapolri, kalau naik mobil tak pernah itu pakai bintangku bintang empat. Kalau Kau lihat saja sendiri. Saya pergi keistana (presiden), mobil biasa saja. Ratas (rapat terbatas) jam 1, jam 12 sudah berangkat ke Istana,” ujarnya.

Perubahan itu diakuinya sudahh dilakukan sejak November 2019 dimana ia mulai tak mau ada pengawalan mencolok, dan tak mau banyak protokoler dan penjemputan.

“Pasti kalian bertanya-tanya, terutama PJU (Perwira Jabatan Umum) Polda/Polres, semua kenapa Kapolri ini tidak boleh dijemput-jemput.

Tidak boleh, kita harus bisa membedakan mana adat, mana kebiasaan, agama, dan tradisi. Semua harus bisa dibedakan,” tuturnya.

Usai menghimbau agar lebih bersikap sederhana, Perwira tinggi Polri angkatan 1988 ini juga mengimbau agar para anggota kepolisian lebih bersyukur.

“Harus banyak bersyukur karena hanya dengan kamu banyak bersyukur, kamu bisa menatap masa depan,” ujar Komjen Idham Azis.

Petinggi kelahiran Kendari, yang orang tuanya dari Makassar ini juga menceritakan masa lalulnya.

“Saya juga orang kampung seperti kamu. Seperti sebagian besar orang. Kalau saya diikuti teman-teman (masa kecil), paling ujung-ujungnya pergi mabbagang (jadi nelayan di laut), atau angkat batu karang di laut. Tapi karena saya juga ingin maju, ya saya seperti sekarang ini,” ujar Kapolri.

Oleh karenanya, rendah hati menjadi salah satu sikap yang ingin ditanamkan Idham Azis pada diri seluruh anggotanya.

“Saya juga berharap kamu selalu rendah hati. Karena kita adalah bagian dari pelayanan masyarakat,” pungkas Komjen Idham Azis usai meresmikan Masjid Jabal Rahmah, di Kompleks Mapolda Sulbar.
(Sumber :grid.id)




Tinggalkan Balasan