Masyarakat LBJ Tidak Setuju Berdirinya PMKS PT.SSS Di hulu PDAM

SOROTKASUSNEWS.NET-Pembangunan pabrik kelapa sawit (PMKS) PT Sanling Sawit Sejahtera (SSS) di Desa Rimpian, Kecamatan Lubuk Batu Jaya (LBJ), Kabupaten Inhu, Riau yang berada di hulu PDAM menyebabkan masyarakat sangat tidak setuju.

Menanggapi adanya pembangunan PMKS PT SSS dihulu PDAM, Sutrisno atau Tris warga setempat saat dikunjungi di kediamnya mengatakan,” Kalau limbah tentunya tentang kebersihan lingkungan ini tentu ada aturan dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan dari orang-orang terkait yang memahami tentang bahayanya limbah cair maupun limbah baku.

“Kalau memang limbah itu membahyakan untuk masyarakat, ya lebih baik pembangunan PMKS itu di hentikan, Apalagi hampir separuh warga di SP ini hidupnya bergantung pada air PDAM tersebut”,kata Tris.

“Sebenarnya ini kan bersenambungan orang PDAM yang mengerti tentang air bersih yang diperuntukkan untuk masyarakat, Ketika ada pabrik dibuat, sekarang duluan mana antara pabrik dengan PDAM”,ujarnya

Setahu kami PDAM dibangun lebih dulu, tentunya sebelum mendirikan pabrik ada perencanan yang matang dari pemerintah daerah melalui intangsi terkait sebelum memberikan izin untuk mendirikan pabrik.

Karena setahu kami masyarakat yang awam ini, jarak 10 kilometer pun bila limbah bocor atau sengaja dibuang kesungai akan tetap tercemar, Apalagi ini jarang antara pabrik dengan PDAM hanya 3 atau 4 kilometer.

Ya kalau memang itu membahayakan, kita minta camat memfasilitasi untuk dirapatkan yang melibatkan semua masyarakat kecamatan LBJ dan melibatkan instansi terkait juga anggota DPRD yang membidangi perizinan pembangunan dan juga izin limbah.

“Untuk membahas tentang pencemaran limbah yang akan terjadi dihari kemudian, camat tidak bisa hanya mengundang kades-kades dan perwakilan masyarakat saja dalam rapat. Rapat harus seluruh masyarakat LBJ ini diundang, karena masyarakat yang bakalan menerima akibatnya, kalau camat begitu dia tidak lagi menjabat sebagai camat di LBJ ini dia tidak akan merasakan apa yang bakal ditanggung oleh masyarakat dikemudian harinya,”pungkas Tris.

Terpisah mantan kades, Selamat Waldi saat dijumpai dikediamannya mengatakan,” Saya berbicara tidak atas nama pribadi, tapi aspirasi dari masyarakat bahwa tidak setuju dengan berdirinya pabrik PT SSS yang berada dihulu PDAM.

“Ya mungkin sekarang tidak apa-apa, tapi dikemudian hari dampaknya saat pabrik itu operasi sewaktu saat akan mencemari sungai. Apalagi jarak antra pabrik dan PDAM tidak seberapa jauh”,tuturnya

“Saya tidak habis ngerti sekarang ini, membuat pabrik atau PMKS itu kan butuh modal yang banyak lalu sebelum diberikan izin amdal dan izin-izin lain nya apa tidak dilihat surve”,sebut pak Selamat.

Yang kita takutkan nantinya masyarakat ini berbuat anarkis, ya kalau sekarang ini masyarakat masih diam, karena belum operasi bila sudah operasi pasti banyak dampak dari pada pencemaran limbah atau pencemaran lingkungan lainnya.

Sembilan puluh sembilan persen masyarakat SP menggunakan air bersih PDAM dan tidak hanya masyarakat saja fasilitas umum di SP ini juga menggunakan air bersih dari PDAM. dan singkatnya kami selaku masyarakat sangat tidak setujuh dengan berdirinya pabrik PT SSS di Kecamatan LBJ yang berada dihulu PDAM.

“Harapan kami masyarakat dimasa akhirnya jabatan bapak Yopi Arianto dapat meninjau ulang izin pendirian PMKS PT SSS,”tegas pak Selamat Waldi.***HR




Tinggalkan Balasan