Kekerasan Terhadap Siswa, Orangtua Pindahkan Anaknya ke Sekolah Lai

SOROTKASUSNEWS.NET-Kembali terjadi tindak kekerasan terhadap siswa di Kabupaten Inhu, Riau. kali ini di alami oleh siswa (8) kelas 3 di salah satu Sekolah Dasar (SD) 001 Pematang, Kecamatan Batang Peranap, Riau.

Anak pertama dari GS (38) yang bekerja di salah satu instansi pemerintah di Kecamatan Peranap ini dianiaya oleh siswa lain didalam kelas saat jam pelajaran menggambar.

Karna kesal pihak sekolah tak bertanggungjawab terhadap kejadian yang menimpa anaknya, GS memindahkan anaknya kesekolah lain.

GS orangtua korban menyebutkan, bahwa kejadian penganiayaan ini terjadi pada Jumat (21/02/2020) pagi ketika korban tengah asyik menggambar. Pada saat tengah asyik menggambar, salah satu siswa lain melempar bagian kepala dekat telinga korban menggunakan Batu Bata hingga luka dan mengeluarkan darah.

Saat kejadian apakah ada guru didalam kelas atau tidak, GS juga tidak tau. Namun menurutnya sangat disayangkan jika saat jam pelajaran guru tidak ada diruangan kelas. Kejadian tersebut tidak diberitahukan guru atau kepala sekolah kepada dirinya sebagai orangtua korban.

“Parahnya lagi, anak saya tak diantar pulang oleh guru apalagi dibawa berobat ke Puskesmas.”sebut GS.

Peristiwa ini cerita GS baru diketahuinya ketika hendak menjemput anaknya. Ditengah jalan berpapasan dengan anaknya menumpang pulang kepada salah seorang orangtua siswa lainnya. Disitu terungkap apa yang dialami anaknya disekolah.

“Anak saya pulang sendiri kerumah setelah jam sekolah tutup, itupun menumpang pada orangtua siswa lain yang menjemput anaknya”, kata GS.

Tak puas dengan kejadian tersebut, GS langsung mendatangi sekolah untuk menanyakan respon dari pihak sekolah, disitu dijumpai masih ada salah seorang guru. Namun guru tersebut mengatakan besok Senin dibicarakan dengan kedua orangtua. GS ngotot agar besok Sabtu harus segera dibicarakan bagaimana solusi dari peristiwa tersebut. Akhirnya disepakati dan Sabtu diadakan pertemuan dengan orangtua pelaku, pihak sekolah dan dirinya. Dan didapat solusi bahwa orangtua pelaku menyanggupi separoh biaya perobatan anaknya.

Yang menjadi GS merasa kesal dan tak menerima kejadian tersebut karna pihak sekolah dianggapnya tak peduli apa yang telah menimpa anaknya dan terjadi disekolah saat jam pelajaran, hingga dirinya memindahkan anaknya ke sekolah lain ke SDN 004 Sukamaju Kecamatan Batang Peranap.

“Pihak sekolah lalai dan tak bertanggungjawab dengan kejadian tersebut”, ujarnya.

“Dikatakan GS, lingkungan sekolah adalah tempat belajar dan ada pengajar yaitu guru. Apakah ini cerminan dunia pendidikan di negeri ini? “,tanya GS kesal.

“Seharusnya, dengan kejadian tersebut harusnya guru atau pihak sekolah membawa anak berobat ke Puskesmas dan memberitahu orangtua. Kemana para guru, wali kelas maupun kepala sekolah?”,tanyanya.

” Dengan kejadian ini dirinya tidak mengambil jalur hukum, saya masih menghargai pihak sekolah, tapi kesabaran ada batasnya. Mudah-mudahan ini kejadian terakhir, jangan ada kejadian serupa menimpa siswa lainnya”,ucap GS.

“Saya mohon kepada instansi terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Inhu agar hal ini bisa dijadikan pelajaran dan meningkatkan pengawasan terhadap sekolah tersebut”, pinta GS.

Sambung GS lagi, kejadian yang dialami anaknya ini bukan kali pertama, sudah sering terjadi kekerasan terhadap anak disekolah ini.

” Ini baru terungkap dari cerita orangtua siswa lain setelah kejadian menimpa anak saya, tapi tetap saja pihak sekolah tidak tanggap, tidak bertanggungjawab”,cetusnya.

Ketika dimintai tanggapan soal laporan ke pihak berwajib dalam hal ini Polsek Peranap, GS menjelaskan bahwa, sudah melapor ke Bhabinkamtibmas.

“Namun jawaban Bhabinkamtibmas, prosesnya rumit, di Polsek tak bisa, prosesnya harus melibatkan KPAI dan laporannya ke Polres”,ujar GS menirukan.

Sementara, Kepala SDN 001 Pematang, Kecamatan Batang Peranap, Hermiati belum bisa dimintai tanggapan terhadap peristiwa tersebut. Dihubungi berkali-kali ke ponselnya dengan nomor 0822841046…tidak dijawab,**HR




Tinggalkan Balasan